Senin, 16 Desember 2013

LAKIY SILIP: Tugas ujian MSDM

LAKIY SILIP: Tugas ujian MSDM: TUGAS UJIAN MATA KULIAH : MSDM Disusun Oleh : NAMA        : LAKIEK SILIP NIM            : 0120440181 JURUSAN :...

Tugas ujian MSDM


TUGAS UJIAN
MATA KULIAH : MSDM

images.jpeg
Disusun Oleh :
NAMA        : LAKIEK SILIP
NIM            : 0120440181
JURUSAN : MANAJEMEN
UNIVERSITAS CENDERAWASIH
JAYAPURA PAPUA



1 . Pengertian analisis pekerjaanQuantcast
Ø  Pengertian analisis pekerjaan Yang dimaksud dengan analisis pekerjaan adalah proses pengumpulan informasi mengenai suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja yang dilaksanakan dengan cara mengamati atau mengadakan interview terhadap pekerja dengan bukti-bukti yang benar dari supervisor.
Ø  Deskripsi Pekerjaan
>What is expected in the job
>Daftar tugas, tanggung jawab, aliran pertanggung
jawaban dan pelaporan, kondisi kerja, dan tanggung  jawab kepenyeliaan yang dituntut suatu pekerjaan.
Ø  Spesifikasi Pekerjaan
>State the qualification and experience that is required in   the job.
>Tuntutan pekerjaan terhadap aspek manusianya yang  menyangkut syarat pendidikan, keterampilan, dan   kepribadian.
Ø  keputusan Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia organisasi atau perusahaan.

Ø  keputusan Seleksi adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
Ø  Penilaian Kinerja 
        Penilaian kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan prilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.
Ø  Evaluasi pekerjaan adalah perbandingan pekerjaan-pekerjaan yang diklasifikasikan guna menentukan kompensasi yang pantas bagi pekerjaan-pekerjaan tersebut, atau berbagai prosedur sistimatik untuk menentukan nilai relatif pekerjaan beserta besarnya kompensasi masign-masing.
Ø  Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas kerja mereka, dan ini berkaitan dengan faktor internal yaitu konsep penggajian relatif dalam organisasi dan faktor eksternal yaitu konsep struktur penggajian yang berlaku di luar organisasi. Keseimbangan antara internal dan eksternal penting diperhatikan guna menjamin kepuasan dan motivasi pekerja serta efektifitas organisasi.



Ø  Kebutuhan Pelatihan
        Secara umum analisis kebutuhan pelatihan didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data dalam rangka mengidentifikasi bidang-bidang atau faktor-faktor apa saja yang ada di dalam instansi yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki agar kinerja pegawai dan produktivitas instansi menjadi meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data akurat tentang apakah ada kebutuhan untuk menyelenggarakan pelatihan. Veithzal Rifai (2004) mendefinisikan kebutuhan pelatihan “adalah untuk memenuhi kekurangan pengetahuan, meningkatkan keterampilan atau sikap dengan masing-masing kadar yang bervariasi”. Sementara Suryana Sumantri (2005) mendefinisikan ”kebutuhan pelatihan merupakan keadaan dimana terdapat kesenjangan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan nyata”.


2. Tujuan Orientasi
Orientasi bertujuan untuk mempercepat masa adaptasi sehingga karyawan baru dapat bekerja lebih cepat dan lebih baik. Program orientasi dirancang untuk memberikan kepada karyawan baru informasi yang dibutuhkannya agar dapat bekerja dengan enak dan efektif dalam organisasi. Tujuan orientasi adalah untuk mendapatkan SDM yang dapat melakukan pekerjaan secara tepat.
a.       TUJUAN ORIENTASI PEGAWAI ATAU KARYAWAN
Program Orientasi Karyawan Baru bertujuan untuk :
a.    Menyiapkan mental bagi karyawan baru dalam menghadapi peralihan suasana dari lingkungan pendidikan ke dunia kerja yang nyata
b.    Menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok yang baru
c.    Mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan yang baru
b.      MANFAAT ORIENTASI
      1)    Manfaat Orientasi
           a.    Mengurangi perasaan diasingkan, kecemasan, dan kebimbangan pegawai.
           b.    Dalam waktu yang singkat dapat merasa menjadi bagian dari organisasi.
           c.    Hasil lain untuk pegawai yang baru diorientasikan adalah
3. Penggunaan informasi analisis pekerjaan
    • Deskripsi pekerjaan (job description) :
               - Menguraikan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam suatu pekerjaan/jabatan

  • Spesifikasi pekerjaan
             - Menguraikan kualifikasi petugas yang harus melakukan tugas sesuai deskripsi pekerjaan dalam suatu jabatan

• Standar prestasi kerja
          - Standar yang digunakan untuk menilai apakah seseorang bekerja dengan benar/sesuai standar atau belum

• Standar kompensi
          - Standar kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang karyawan dalam melakukan suatu jenis pekerjaan

4. Analisis Jabatan ‘Metode Pengumpulan Informasi’

1. Observasi atau Pengamatan
         Frederick Taylor, sangat paham bahwa mengamati para karyawan yang sedang melakukan tugas akan menghasilkan informasi yang kaya mengenai tugas-tugas yang tercakup di dalam. Pengamatan ini mungkin mencangkup penggunaan videotape, audiotape, dan bahkan pemantau secara elektronik.
2. Wawancara
     Sejumlah pekerjaan mencangkup tugas-tugas yang sulit untuk diamati. Suatu cara yang baik untuk memeahami pekerjaan semacam ini mungkin dengan melakukan wawancara dengan sejumlah orang yang berkitan. Sebagai contoh, untuk sungguh-sungguh dapat memahami pekerjaan seorang perancang perangkat lunak (softwar) yang mengembangkan program grafik yang disesuaikan dengan kebutuhan printer komersial Anda dapat mewawancarai pemegang jabatan, supervisornya, anggota tim desain produk mereka, anggota staf yang menulis kode-kode computer untuk implementasi desain mereka, dan konsumen yang pada akhirnya menentukan tujuan mereka.
3. Kuesioner
Karena lebih ekonomis daripada wawancara atau observasi, kuesioner seringkali digunakan jika informasi yang diperlukan harus dikumpulkan dari banyak pemagang jabatan. Pada keadaan tertentu, kuesioner mungkin dibuat sendiri, Kuesioner yang telah dibakukan biasanya diperoleh dengan cara membeli dari luar. Kuesioner baku lebih ekonomis, dan pembuatannya sering kali memberikan keuntungan tambahan dengan menyediakan informasi yang berharga dari database yang lebih besar.
4. Buku Harian
Salah satu kekurangan observasi, wawancara, dan kuesioner adalah bahwa informasi yang dihasilkan tampaknya tergantung pada waktu dilakukannyapengumpulan data. Semua hal yang tampak paling menonjol pada saat dilakukannya wawancara, adalah yang paling bayak dimasukan kedalam analisis jabatan. Buku harian menawarkan satu solusi untuk masalah ini. Jika pemegang jabatan dan supervisor memiliki sebuah buku harian selama kurun waktu beberapa minggu, hasil analisis jabatan akan berkurang biasanya akibat tidak tepatnya waktu pelaksanaan analisis.